Scroll untuk baca artikel
Banner Idul Fitri RS Leimena
Uncategorized

Desak Pamdam Pattimura Copot Korem 151 Binaya Namlea Buru

26
×

Desak Pamdam Pattimura Copot Korem 151 Binaya Namlea Buru

Sebarkan artikel ini

Kompakmaluku.com_Ambon-Seorang oknum anggota korem berpangkat kopral, yang Inisial S bebas main di tambang emas gunung Nona menggunakan alat berat (ekcavator) di dalam sungai Wapsalit , kecamatan Lolongguba, kabupaten Buru, Publik menilai hukum militer tidak berani menyentuh sang kopral.

Malah diduga sang kopral diserahkan karpet merah seluas-luasnya kepada si Kopral.Rekam jejak Kopral S telah sekian tahun tidak melakukan tugas selaku seorang prajurit aktif.

Hasil jejak dilapangan,  melaporkan oknum korem 151 Binaya telah lama melanang buana ditambang emas gunung botak sejak 2020 hingga kini.

Aset yang pernah dimiliki pertama kolam,sesudahnya sekian aset bak rendaman , sekian unit dompeng dan bak penampungan air dan sampai saat ini masih beroperasi di gunung botak walau kondisi gunung botak masih dalam pemgawasan satuan tugas pengamanan.

Namun demikian, sang bos dari kalangan militer ini,tidak pernah di tindak, selain itu, Ia pun diduga tidak pernah menjalankan tugasnya sebagai seorang prajurit disebut sebut sudah begitu lama tanpa diberikan sanksi tegas.

Seorang perwira berakhir pasca penertiban tambang emas gunung botak sebelumnya pernah mengatakan bakal mengambil tindakan untuk melakukan proses hukum terhadap sang kopral.

Pernyataan itu disampaikan, gegara oknum kopral menjadi sorotan publik akibat diviralkan di pemberitaan yang minati oleh ribuan pembaca yang disebabkan karpet yang diletakan di asbuk dompeng miliknya dilakukan pemcucian oleh saudaran kandungnya sendiri tanpa memghargai ratusan aparat gabungan resmi menempati pos gunung botak, walau sudah diberikan peringatkan oleh seorang perwira dari pasukan mobaile (Patroli) namun tidak diindahkannya. Menolaknya antara asbuk dan pos satuan pengamanan hanya berjarak begitu dekat.

Alih- alih ditindak,malah justru Oknum korem ini, diduga dengan bebas terlibat area tambang gunung nona dengan memakai metoda alat berat ( exacavator )dengan cara mengeruk material didalam sungai Wapsalit.

Kemudian dengan proses penangkapan pasir yang terindikasi ada emas menggunakan karpet dengan sistim menangkap emasnya menggunakan zak beracun Mercury.

Pelaku penjahat lingkungan yaitu oknum Kopral ini,Mencuat diruang publik,setelah seorang perwira di tawarin sejumlah uang, namun tawaran tersebut ditolak,”ujar perwira kepada, Kutip 04 Rabu 2025 di  Radar Tipilor.com ,yang enggan disebutkan namanya.

Saya berulang kali ditawarin sejumlah uang namun tawarannya saya tolak, bukan saja itu ,kata Perwira uang sebanyak Rp 15 juta oknum Kopral sering berikan kepada seorang oknum wartawan tanpa menyebutkan nama jurnalis tersebut.

Selain itu, berdasarkan hasil investigasi ,Oknum anggota korem ini di kawasan tambang selalu menyebut nyebut nama siapa backhingnya , Ia juga di duga pernah melakukan peredaran B3 seperti Cyanida, Karban dan Soda Api sehingga disinyalir tugasnya dengan modus operandi selaku intel di wilayah moniteeing Namrole ibu kota kabupaten Bursel. Akan tetapi hasil penulusuran yang berhasil dikumpulkan, melaporkan kuat dugaan oknum anggota korem 151 Binaya ini tidak melaksanakan tugasnya di wilayah di maksud.

Olehnya itu,seorang pemgamat hukum menengaskan kepada Ka -Pomdam XV/ Pattimura Militer agar segera mengambil langkah tegas untuk melakukan proses hukum terhadap oknum Kopral dimaksud.

Menurutnya, nama besar Intitusi yang dikenal dengan Baret Biru ini tergantung pelanggaran dugaan kasus ilegal mining dan dugaan pelanggaran disiplin militer yang dilakukan oleh oknum korem 151 Binaya yang bermarkas di kota Ambon,” tegas pengamat hukum yang enggan di sebutkan namanya.

Jika tidak publik nasional akan berpendapat lain ,dan mengatakan selama ini oknum -oknum TNI yang menunjukan jalan buruk bagi Rakyat,” ujarnya dengan tegas lewat via dering Minggu, ( 15/4/2026 ).

Kasus ilegal mening yang berdampak pada kerusakan lingkungan serta dugaan pelanggaran disiplin tugas yang diduga dilakukan oknum anggota Korem 151 Binaya ,dengan identitas inisial S ini menentukan marwah Tentara Nasional Angkatan Darat yang merupakan kebanggaan Rakyat Indonesia .

Sebelum menutup pernyataannya , Pengamat hukum ini yakin sungguh pihak penyidik Pomdam XV/Pattimura yang beralamat di Batu Gajah kota Ambon akan bertindak tegas dan adil dalam melakukan penindakan hukum terhadap yang bersangkutan agar nama besar TNI selalu ada dihati masyarakat. tim investigasi

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *