Investigasimaluku.com_Namlea. Seorang Muhamad Naim Uslan yang berpangkat Ipda diduga kuat telah melakukan pembiaraan dan pembohongan terhadap publik.Pasalnya sejumlah aktifitas di sejumlah titik didua lokasi berbeda yakni kapuran dan lonsoran terpantau masih melakukan aktifitas penambagan ilegal baik di siang hari maupun di malam hari.
Bahkan Perwira tersebut diduga sebagai pembangkang terhadap perintah negara untuk mengamankan dan memastikan kawasan Lea Bumi ( gunung botak ) benar-benar kosong dari penambang liar.
Apalagi Perwira tersebut mengatakan bahwa dirinya tidak melakukan pembiaraan ,pernyataan tersebut dianggap mengjindar dari tanggung jawabnya sebagai perwira pengendali di Pos dua Kompleks berbeda yaitu, Lonsoran dan Kapuran.
Pertanyaan ??,kecuali tidak ada aparat gabungan TNI-POLRI dan Satpol.PP yang bertugas menjaga kawasan di maksud boleh,tapi aparat gabungannya nyata-nyata melaksanakan tugas pengamanan.sementara penulusuran yang dilakukan Radartipikor.com ke kawasan dimaksud menemukan nerbagai jenis aktifitas pertambangan, seperti ,Kodok-kodok,rendaman, tembak larut ,kolam dan aktifitas pemgambilan material rendaman menggunakan linggis,dan sekop,jenis pertambangan ini,berlangsung baik dimalam hari maupun di siang hari.
Namun lucunya,Perwira inisial MNU selalu berdalih,bahwa penambang sulit dihalau dikarenakan jalan tikus terlalu banyak, kepada Radar tipikor.com beberapa waktu lalu.Ia bukannya menanggapi apa yang ditanyakan tapi malah balik bertanya ,Lokasi ini dimana saat dimintai tanggapan mengenai dua foto ,dan 1 video pada loaksi Kapuran dan Lonsoran , dalam video nampak jelas ada kegiatan.
Disalah satu foto material telah di kemas di karung 25 kg dengan jumlah yang begitu bamyak ditumpuk di sekitaran kolam.Mirisnya dalam video berdurasi 7 menit 34 memit ,tidak terdengar suara sama kali oleh aparat gabungan dengan tegas memerintahkan dengan tegas para penambang untuk segera meninggalkan kawasan gunung botak.
Malah yang terdengar,Suara.aparat menyuruh salah satu penambang untuk memanggil kepala kongsi.
Selain itu, ada suara yang terdengar hanya berbicara mengenai batas paritan milik Halija dan paritan milik Baik,” sebut seorang penambang.
Kembali terdengar suara berupaya menjelaskan ini talang milik katong (kami ) ,katong kerja mulai sore hari ini,” ujar seorang penambang.
Seorang penambang juga mengatakan katong bukan kerja sudah tiga hari disini ,tapi baru sekali yaitu hari kemarin ,Kata salah satu penambang yang dalam video terlihat duduk di atas pipa paralon dompeng.
Dalam Vido yang berdurasi 7 memit 34 detik aparat menyuruh seorang penambang untuk memanggil kepala kongsi Badodos.Terdengar suara sedang menghitung sejumlah titik aktifitas badodos yang diterangi dengan cahaya senter disusul suara yang memyebutkan kebanyakan material.
Dari berbagai percakapan yang terdengar dalam video tersebut tidak ada satupun suara aparat yang dengan
tegas menyuruh para penambang segera meninggalkan kawasan Lea Bumi.Tapi yang di perdebatkan soal pekerjaan dan pemilik paritan ada sempat muncul suara yang menyebutkan abang Sarmin yang suruh.
Olehnya itu, Kapolres Buru dan Kapolda Maluku diharapkan segera memanggil dan memproses secara hukum teehadap Ipda MNU karena diduga tidak bertanggungjawab dalam melaksanakan keputusan Prediden Republik Indonesia ,Prabowo Subianto yang ditindaklanjuti Gubernur Maluku Hemdrik Lewerissa untuk memgosongkan penambang dari kawasan Lea Bumi,Malah bukan saja diduga melakukan pembiaran tapi diduga kuat ikut teelibat memback- up aktifitas ilegal.
Pasalnya ,Dalam video tersebut terlihat dan terdengar percakapan sesama penambang dan suara aparat sangat jelas terdengar,tapi Ipda MNU masih saja berdalih bahwa dalam video tersebut, Ia mengatakan bahwa anggotanya yang melakukan pencegahan terhadap kelompok peti yang beraktifitas di lokasi perbatasan gunung batu dan lonsoran,jadi tidak benar kita melakukan pembiaraan,” katanya melalui pesan whatsAppnya kepada Radartipikor.com.
Pasalnya,dua kali berturut turut,Radar tipikor.com melakukan penulusuran di kawasan Lea Bumi ditemukan berbagai aktifitas pertambangan seperti,kodok-kodok, kolam,tembak larut,dan rendaman maupun pengambilan material redaman menggunkan alat seperti cangkul Linggis ,dan Sekop dikompleks Lonsoran maupun kapuran baik aktifitas diwaktu siang maupun aktifitas dimalam hari.
Aktifitas tersebut begitu dekat sekali dengan Pos Lonsoran begitu juga di kapuran ,ditemukan aktifitas kolam dan kodok-kodok dan rendaman sedang melakukan serkulasi menggunakan bahan kimia berbahaya di sejumlah titik di kompleks kapuran.
Lebih menarik lagi,di kompleks ini, di dapati warung makan sedang berdiri kokoh,ada sekian para penambang lagi nongkrong ,suara pemilik warung terdengar berbicara dengan kijang ( buruh ) bila ditanyai aparat pos tanah merah sebutkan saja namanya sebagai peilik barang.
Sampai.awak media.ini, melontarkan suara candaan kepada anggota Satpol PP di lokasi ini ( kapuran ) paling ramai sekali eee,kayak tidak ada penertiban saja ,hingga penambang bebas melakukan aktifitas.Setibanya di Pos alur janda Perwira Pengendali ada atau tidak ada ,”kata anggota Satpol PP kepada media ini,Perwira lagi turun jawab anggota tersebut.
Belum lagi,sebanyak 3 bak rendaman berukuran besar ditemukan sedamg beraktifitas,suara mesin alkom terdengar dan nampak terlihat sedang malakukan sirkulasi obat beracun berbahaya.
Tim






















