Investigasimalukunews.com, Ambon — Dugaan praktik mafia BBM subsidi di SPBU Lateri, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, kembali mencuat. Kamis (04/12/2025).
Garda NKRI menyebut, aktor utama di balik penyelewengan Pertalite tersebut diduga kuat melibatkan seorang pejabat publik, yakni Wakil Bupati Maluku Tengah.
Indikasi ini menguat setelah sebuah kendaraan bermuatan sekitar 600 liter Pertalite tertangkap hendak dikirim secara ilegal ke Saparua untuk dijual kepada penadah.
Garda NKRI menduga SPBU Lateri memiliki keterkaitan erat dengan Wakil Bupati Maluku Tengah, sehingga praktik penyelewengan BBM berjalan leluasa dari sore hingga malam hari. Selain itu, jaringan ini turut diduga melibatkan oknum petugas SPBU serta penadah di Saparua bernama Emus Lawalata, yang disebut sebagai ayah pemilik SPBU Lateri.
Garda NKRI menilai adanya indikasi kuat bahwa kekuasaan turut melindungi praktik ilegal tersebut hingga berulang tanpa tindakan tegas.
Merespons kelangkaan BBM subsidi dan dugaan adanya pembiaran oleh pihak berwenang, Garda NKRI tengah mengkonsolidasikan aksi demonstrasi besar-besaran.
Tiga tuntutan utama yang akan dibawa dalam aksi tersebut yakni, Memproses seluruh jaringan mafia BBM, termasuk oknum petugas SPBU dan penadah.
Selanjutnya, Menuntut aparat penegak hukum memproses Wakil Bupati Maluku Tengah yang diduga menjadi dalang penyelewengan dan Mendesak penguatan sistem pengawasan agar BBM subsidi kembali normal dan tepat sasaran.
Garda NKRI menegaskan, aksi ini merupakan bentuk perlawanan terhadap penyalahgunaan jabatan dan praktik mafia yang merugikan negara serta masyarakat.






















