Scroll untuk baca artikel
Banner Idul Fitri RS Leimena
Uncategorized

Presiden Mahasiswa UIN AMSA Kritik Keras Polda Maluku: “Kasus Pembacokan Gozi Rumain Tidak Boleh Dikaburkan!”

153
×

Presiden Mahasiswa UIN AMSA Kritik Keras Polda Maluku: “Kasus Pembacokan Gozi Rumain Tidak Boleh Dikaburkan!”

Sebarkan artikel ini

Investigasimaluku.com.Ambon_Hampir satu bulan berlalu sejak kasus pembacokan terhadap mahasiswa UIN AM Sangadji Ambon, Gozi Rumain, terjadi di Lorong Putri, Kota Ambon, pada 19 November 2025. Namun hingga kini, pelaku belum juga ditangkap. Kelambanan penanganan kasus ini memicu gelombang kekecewaan publik dan mencoreng kredibilitas aparat keamanan di Maluku.

Presiden Mahasiswa UIN AMSA Ambon, Safarrudin Lakesubun, akhirnya angkat bicara dan melayangkan kritik keras terhadap Polda Maluku, yang dinilai gagal menghadirkan progres berarti dalam penyelidikan.

“Ini bukan kasus kecil. Ini pembacokan terhadap mahasiswa. Mengapa penangkapannya berlarut-larut? Keselamatan mahasiswa dan masyarakat dipertaruhkan!” tegas Safarrudin.

Mahasiswa Marah: Bukti Sudah Ada, Pelaku Masih Bebas

Safarrudin membeberkan bahwa sejak awal, keluarga korban telah menyerahkan bukti-bukti penting berupa rekaman CCTV, foto, hingga keterangan langsung dari korban terkait identitas pelaku. Namun, semua itu belum juga menggerakkan aparat untuk segera melakukan penangkapan.

“Apa lagi yang ditunggu? Bukti awal lengkap. Tapi pelaku masih berkeliaran. Ini mencederai rasa keadilan dan membuat kami mempertanyakan keseriusan Polda Maluku,” katanya.

Ia menilai Polda Maluku seolah mengabaikan kasus ini dan membiarkannya berjalan tanpa kepastian. Sikap tersebut, menurutnya, berpotensi memperlebar rasa takut di lingkungan kampus dan masyarakat Ambon.

Dalam situasi penuh ketidakpastian ini, muncul isu liar yang menuduh mahasiswa sebagai provokator konflik di kampus. Safarrudin menilai isu tersebut sengaja dihembuskan untuk mengalihkan fokus.

“Jangan ada upaya mengaburkan kasus dengan menghadirkan isu menyesatkan. Fokus utamanya sederhana: tangkap pelaku pembacokan!”

Ia menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak berdasar, dan justru semakin memperburuk hubungan antara mahasiswa dan aparat keamanan.

“Teman kami dipotong, tapi bukannya pelaku ditangkap, malah mahasiswa dicurigai. Ini tidak masuk akal dan sangat melukai kami,” ujarnya.

Ketegangan Berlarut Dipicu Kelambanan Aparat

Safarrudin menilai konflik dan ketegangan yang berulang seringkali dipicu oleh ketidakjelasan penanganan hukum.

“Jika pelaku ditangkap sejak awal, situasi tidak akan berlarut seperti ini. Ketidakpastian justru memicu keresahan baru,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa hanya menuntut satu hal: proses hukum yang jelas, transparan, dan tuntas.

Mahasiswa Siap Aksi Besar-Besaran

Presiden Mahasiswa UIN AMSA memperingatkan bahwa kesabaran mahasiswa memiliki batas. Jika kasus ini kembali stagnan, mereka siap turun ke jalan.

“Jika Polda Maluku tidak menunjukkan progres konkret, kami siap menggelar aksi besar-besaran dan memboikot Polda Maluku. Ini bukan ancaman, tapi seruan keadilan.”

Mahasiswa merasa kepercayaan mereka terhadap aparat semakin menipis akibat minimnya perkembangan.

Pesan Terakhir: Keadilan Tidak Boleh Ditunda

Di akhir pernyataannya, Safarrudin kembali menekankan bahwa tuntutan mahasiswa bukanlah sesuatu yang berlebihan.

“Kami hanya ingin keadilan ditegakkan. Tangkap pelaku pembacokan Gozi Rumain. Itu saja. Jangan biarkan Maluku tenggelam dalam ketidakpastian hukum,” tutupnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *