Uncategorized

LMND Buru Desak Polres Segera Periksa Dugaan Tambang Emas Tanpa Izin di Gunung Nona

46
×

LMND Buru Desak Polres Segera Periksa Dugaan Tambang Emas Tanpa Izin di Gunung Nona

Sebarkan artikel ini

Buru-Kompakmaluku.com-Eksekutif Kabupaten Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Buru Melalui Sekretaris Umum LMND Buru Nasir Lesnussa menyoroti maraknya aktivitas alat berat jenis ekskavator yang diduga digunakan untuk kegiatan pertambangan emas di kawasan Gunung Nona, Kabupaten Buru, Maluku.

Aktivitas tersebut kembali menjadi perhatian publik setelah muncul informasi di lapangan yang menyebut nama seseorang berinisial atau dikenal sebagai Guru Sarif sebagai pihak yang diduga menjalankan atau mengoperasikan alat berat di kawasan tersebut. Jumat (23/10/2026).

Ketua LMND Buru mendesak Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Buru segera turun ke lapangan untuk memeriksa aktivitas tersebut dan menghentikan kegiatan apabila terbukti dilakukan tanpa izin yang sah.

LMND Buru menilai, dugaan aktivitas pertambangan tanpa izin tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Aparat penegak hukum diminta melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, termasuk memastikan legalitas kegiatan pertambangan, kepemilikan alat berat, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab atas operasional di lokasi.

LMND Buru Siap Laporkan ke Polda Maluku

Ketua LMND Buru juga menyatakan akan melaporkan dugaan aktivitas pertambangan emas di Gunung Nona kepada Polda Maluku agar persoalan tersebut dapat ditelusuri secara menyeluruh.

Menurut LMND, penanganan kasus ini perlu dilakukan secara transparan dan profesional untuk memastikan apakah aktivitas pertambangan tersebut memiliki izin usaha pertambangan yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Selain nama Guru Sarif, informasi yang berkembang di lapangan turut menyebut nama Edi dan Marno yang diduga memiliki keterkaitan dengan pembiayaan atau pemodalan alat berat yang berada di kawasan tersebut.

Namun, informasi mengenai keterlibatan nama-nama tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Oleh karena itu, diperlukan penyelidikan dan pemeriksaan oleh aparat penegak hukum untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Semua pihak yang disebut tetap harus dianggap tidak bersalah sampai terdapat bukti dan proses hukum yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ekskavator dan Sejumlah Fasilitas Terlihat di Lokasi

Berdasarkan informasi pantauan di lapangan, terlihat alat berat jenis ekskavator berwarna kuning dan biru berada di kawasan Gunung Nona. Di sekitar lokasi juga terlihat sejumlah drum berwarna biru serta tenda-tenda yang diduga berkaitan dengan aktivitas pertambangan.

Keberadaan alat berat dan fasilitas tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai status kegiatan yang berlangsung di kawasan itu.

Publik mempertanyakan siapa pemilik alat berat tersebut, siapa yang bertanggung jawab atas operasionalnya, siapa yang menyediakan modal, serta dari mana sumber biaya operasional dan bahan bakar untuk mendukung aktivitas tersebut.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu dijawab melalui pemeriksaan langsung oleh instansi berwenang, termasuk penelusuran dokumen perizinan dan pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan di lokasi.

LMND Minta Aparat Bertindak Tegas dan Transparan

LMND Buru mendesak Polres Kabupaten Buru bersama Polda Maluku agar tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga menindaklanjuti informasi tersebut melalui penyelidikan yang objektif dan berdasarkan ketentuan hukum.

Apabila ditemukan bukti bahwa kegiatan pertambangan dilakukan tanpa izin atau melanggar ketentuan yang berlaku, aparat penegak hukum diminta mengambil tindakan sesuai peraturan perundang-undangan.

Penanganan kasus ini juga diharapkan dapat memberikan kepastian hukum serta mencegah potensi kerusakan lingkungan yang dapat ditimbulkan oleh aktivitas pertambangan yang tidak memenuhi ketentuan.

LMND Buru menegaskan bahwa pengawasan terhadap aktivitas pertambangan di Kabupaten Buru merupakan bagian dari upaya menjaga penegakan hukum, kelestarian lingkungan, dan kepentingan masyarakat.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *