Kompakmaluku-AMBON, 1 JUNI 2026 – Memperingati Hari Lahir Pancasila, Yayasan Ekonomi Kerakyatan Marhaen Maluku kembali menggaungkan pesan bersejarah Bung Karno: JAS MERAH – Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. Pesan ini menjadi penegasan bahwa Pancasila dan semangat kerakyatan harus tetap menjadi roh dalam setiap langkah pembangunan, kebijakan, dan pelayanan negara di daerah maupun pusat.
Dalam pernyataannya, pihak yayasan menegaskan:
“Sejarah mengajarkan, Pancasila lahir untuk rakyat, oleh rakyat, dan demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Marhaenisme adalah jiwanya: berpihak pada yang kecil, yang lemah, yang tertinggal, dan memastikan pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya sampai ke pelosok desa.”
Makna JAS MERAH Hari Ini:
1. ✅ Ingat Amanah Sejarah: Pembangunan infrastruktur, gedung negara, dan fasilitas umum di Maluku bukan sekadar proyek, melainkan amanah sejarah untuk kesejahteraan masyarakat. Tidak boleh ada kelalaian, kegagalan kendali, atau mutu rendah yang merugikan rakyat.
2. ✅ Pembangunan Berjiwa Kerakyatan: Segala kebijakan dan pelaksanaan pekerjaan wajib berlandaskan sila ke-5: Keadilan Sosial. Jangan sampai pembangunan hanya indah di atas kertas, tapi jauh dari kebutuhan dan hak rakyat banyak.
3. ✅ Pertanggungjawaban Nyata: Mengingat banyaknya keluhan masyarakat dan temuan di lapangan, pesan Jas Merah ini sekaligus menjadi teguran: Jangan lupa sejarah kegagalan pengelolaan yang merugikan rakyat, dan perbaiki segera sebelum menjadi beban sejarah baru.
Yayasan mengingatkan para pemangku jabatan, pejabat, dan pelaksana: “Kalau lupa sejarah, sama saja mengkhianati Pancasila. Jangan biarkan rakyat menelan pahitnya janji yang tidak ditepati.”
Peringatan ini sekaligus menguatkan sikap tegas yayasan yang sebelumnya mendesak pergantian pimpinan Satker Cipta Karya, sebagai bukti nyata menjaga sejarah dan menuntut tanggung jawab penuh atas amanah rakyat Maluku. 🇮🇩🤝
















