Uncategorized

Amir Sengan Tagih Janji Kasatker Wilayah II BPJN Maluku Terkait Sejumlah Jembatan di Siritaun Wida Timur

12
×

Amir Sengan Tagih Janji Kasatker Wilayah II BPJN Maluku Terkait Sejumlah Jembatan di Siritaun Wida Timur

Sebarkan artikel ini

Ambon, kompakmaluku.com-Persoalan infrastruktur penghubung masyarakat di Kecamatan Siritaun Wida Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), kembali menjadi sorotan. Amir Sengan menagih janji Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Wilayah II BPJN Maluku terkait pembangunan sejumlah jembatan yang hingga kini disebut belum juga dikerjakan. Kamis,24/08/26

Amir mengatakan, keberadaan jembatan sangat penting bagi masyarakat di wilayah tersebut karena menjadi salah satu akses utama yang menghubungkan aktivitas warga, termasuk mobilitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, serta distribusi hasil perkebunan dan pertanian.

Menurutnya, masyarakat sudah cukup lama menantikan realisasi pembangunan jembatan yang sebelumnya telah menjadi perhatian dan mendapat janji untuk ditindaklanjuti oleh pihak terkait.

“Kami hanya menagih janji. Masyarakat sudah lama menunggu pembangunan sejumlah jembatan di Kecamatan Siritaun Wida Timur. Sampai sekarang belum juga dikerjakan,” ujar Amir.

Ia meminta Kasatker Wilayah II BPJN Maluku memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat mengenai status pembangunan jembatan tersebut. Jika memang telah masuk dalam perencanaan atau program pekerjaan, masyarakat perlu mengetahui kapan pekerjaan akan dimulai dan bagaimana tahapan pelaksanaannya.

Amir menilai, pembangunan infrastruktur di wilayah Timur Maluku tidak boleh hanya berhenti pada tahap perencanaan dan janji. Menurut dia, kebutuhan masyarakat di daerah terpencil harus menjadi perhatian serius karena infrastruktur jalan dan jembatan memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat terus diberikan harapan, tetapi realisasinya tidak kunjung terlihat. Kalau memang ada kendala anggaran, teknis, atau persoalan lainnya, sampaikan secara terbuka kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia juga meminta Pemerintah dan BPJN Maluku memperhatikan kondisi geografis Siritaun Wida Timur yang membutuhkan dukungan infrastruktur memadai. Sejumlah wilayah di SBT memiliki tantangan akses yang cukup berat, sehingga keberadaan jembatan menjadi bagian penting dalam membuka keterisolasian dan memperlancar konektivitas antarkampung.

Bagi Amir, pembangunan jembatan bukan semata-mata persoalan fisik infrastruktur, tetapi menyangkut akses masyarakat terhadap berbagai kebutuhan dasar. Infrastruktur yang baik, kata dia, akan membantu masyarakat membawa hasil produksi, mempermudah akses anak-anak menuju sekolah, serta mempercepat masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan.

Karena itu, ia berharap Kasatker Wilayah II BPJN Maluku tidak mengabaikan aspirasi masyarakat Siritaun Wida Timur. Ia meminta adanya kepastian mengenai tindak lanjut terhadap sejumlah jembatan yang selama ini dinantikan.

“Kami berharap janji tersebut benar-benar direalisasikan. Masyarakat membutuhkan kepastian, bukan hanya janji. Kalau sudah masuk program, kapan dikerjakan harus jelas. Kalau belum, apa kendalanya juga harus disampaikan,” kata Amir.

Amir menegaskan, pihaknya akan terus mengawal persoalan tersebut dan mendorong agar pembangunan infrastruktur di Siritaun Wida Timur mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.

Ia juga meminta masyarakat tetap menyampaikan aspirasi melalui jalur yang konstruktif sehingga persoalan infrastruktur dapat memperoleh solusi yang nyata.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Kasatker Wilayah II BPJN Maluku terkait status dan rencana pengerjaan sejumlah jembatan yang dimaksud.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *